A. Model Kontingensi Kepemimpinan
Hubungan antara pemimpin dan bawahan menjalaskan sampai sejauh mana pemimpin itu dipercaya dan disukai oleh bawahan dan kemauan bawahan untuk mengikuti petunjuk pimpinan.
Menurut House, tingkah laku pimpinan dapat dikelompokkan menjadi 4, yaitu:
Supportive Leadership yaitu menunjukan perhatian terhadap kesejahteraan bawahan dan menciptakan iklim kerja yang bersahabat.
Directive Leadership yaitu mengarahkan bawahan untuk bekerja sesuai aturan, prosedur dan petunjuk yang ada.
Parsipative Leadership yaitu konsultasi dengan bawahan dalam pengambilan keputusan.
Achievement Oriented Leadership yaitu menentukan tujan organisasi dan menekankan perlunya kinerja yang memuaskan.
Menurut Path Goal Theory
Ada 2 variabel situasi yang sangat menentukan efektifitas pemimpin, yaitu:
1. Karakteristik pribadi para bawahan/karyawan.
2. Lingkungan internal organisasi. Misalnya peraturan, prosedur, dll.
B. Teori kepemimpinan Vroom dan Yetton
Teori kepeminmpinan vroom & yetton adalah jenis teori kontingensi
yang menitikberatkan pada hal pengambilan keputusan yang dilakukan oleh
pemimpin. Teori vroom dan yetton juga di sebut teori normative karena mengarah
pada pemberian suatu rekomendasi tentang gaya kepemimpinan yang sebaiknya di
gunakan dalam situasi tertentu. Dalam hal ini ada 5 jenis cirri pengambilan
keputusan dalam teori ini :
1. A-I : pemimpin mengambil sendiri keputusan berasarkan informasi
yang ada padanya saat itu.
2. A-II : pemimpin memperoleh informasi dari bawahannya dan mengambil
keputusan berdasarkan informasi yang didapat. jadi peran bahawan hanya
memberikan informasi, bukan memberikan alternatif.
3. C-I : pemimpin memberitahukan masalah yang sedang terjadi kepada
bawahan secara pribadi, lalu kemudian memperoleh informasi tanpa mengumpulkan
semua bawahannya secara kelompok, setelah itu mengambil keputusan dengan
mempertimbangkan/ tidak gagasan dari bawahannya.
4. C-II : pemimpin mengumpulkan semua bawahannya secara kelompok, lalu
menanyakan gagasan mereka terhadap masalah yang sedang ada, dan mengambil
keputusan dengan mempertimbangkan/tidak gagasan bawahannya
5. G-II : pemimpin memberitahukan masalah kepada bawahanya secara
berkelompok, lalu bersama – sama merundingkan jalan keluarnya, dan mengambil
keputusan yang disetujui oleh semua pihak.
Contoh kepemimpinan yang menggunakan gaya kepemimpinan vroom dan
yetton dalam mengambil keputusan adalah ketua Osis. Apabila dalam melaksanakan
tugas mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan ketua Osis selalu meminta
pendapat dari bawahannya. Dengan mengadakan rapat Osis di mana setiap anggota
berkumpil dan memberikan saran atas msalah yang di hadapi. Contohnya dalam
menyelenggarakan hari kemerdekaan, bagaimana acara dapat berjalan dengan lancar
serta bagaimana mendapatkan dana untuk menyelenggarakan acara tersebut. Ketua
Osis menampung semua pendapat dari bendahara, seksi acara, seksi humas dll.
Dari contoh di atas dapat di ambil kesimpilan
bahwa ketua Osis memakai gaya kepemimpinan G-II yaitu pemimpin memberitahukan
masalah kepada bawahanya secara berkelompok, lalu bersama – sama merundingkan
jalan keluarnya, dan mengambil keputusan yang disetujui oleh semua pihak.