Kabinet
Gotong Royong adalah kabinet pemerintahan Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri
(2001-2004). Kabinet ini dilantik pada tahun 2001 dan masa baktinya berakhir
pada tahun 2004.
Kabinet
gotong royong melakukan terobosan dimana masyarakat bergerak sendiri (gerakan
dari bawah) dimana masyakat mengenal ada suatu usaha yang perlu dilakukan untuk
mencapai kesejahteraan bersama dan mereka melakukan gerakan grass-root secara
sukarela. Contoh kecilnya barangkali dalam hal dukungan dana bencana alam.
MAsing-masing dengan sukarela menyumbang agar penderita dapat tertolong. Konsep
ini bisa diubah menjadi konsep “corporate/profit seeking” dimana setiap orang
membayar uang premi secara rutin agar pihak yang menderita bisa ditolong lewat
uang premi yang terkumpul. Konsep ini sedang diupayakan Obama untuk memperbaiki
sistem kesehatan Amerika.
Tentu saja
sistem-sistem ini bisa memiliki ‘bug’ atau kelemahan. Misalnya saja dalam
menyalurkan dana donasi bantuan bencana, siapa yang bisa dipercaya dan kompeten
untuk mengalokasikan dana bantuan tersebut. Dalam sistem asuransi pun, prinsip
gotong-royong ini juga punya masalah karena ternyata insentif profit membuat
perusahaan asuransi sering mangkir dan mencari-cari alasan teknis agar mereka
tidak usah membayarkannya.
Jadi konsep
asal gotong-royong pun secara konseptual dasarnya adalah juga dipraktikkan di
luar negeri, walaupun detil-detil yang memotivasi masyarakat untuk ikut serta
bisa berbeda-beda. DI Indonesia kerekatan sosial adalah sumber kekuatan
gotong-royong, maka bila kita rasakan bahwa tetangga dan masing-masing pekerja
semakin mengarah ke masyarakat urban yang lebih individual, maka kekuatan
gotong-royong menjadi semakin lemah dan tidak bisa lagi diharapkan untuk
menjadi sumber peningkatan kesejahteraan umum. Tentang bagaimana perilaku
sosial masyarakat bisa direkatkan kembali, tentu bukan bidang ilmu ekonomi tapi
lebih merupakan bidang ilmu sosiologi.
Sumber:
No comments:
Post a Comment