Kelompok Etika Bisnis
Adlan Esa (10211255)
Agung Waskito
(10211363)
Eggy Fachry
(12211335)
1. Hubungan produsen dan konsumen
Proses interaksi yang terjadi di pasar mengakibatkan
perputaran uang antar konsumen dan produsen berjalan dengan lancar. Rumah
tangga konsumen memperoleh uang pada pasar faktor produksi, sementara rumah
tangga produsen memperoleh uang melalui penjualan barang dan jasa. Kondisi ini
disebut sebagai simbiosis mutualisme antara sektor rumah tangga perusahaan dan
rumah tangga konsumen.Alfred Marshal menyebut bahwa permintaan akan faktor
produksi merupakan turunan ( derived demand ) dari permintaan akan barang dan
jasa yang timbul karena kebutuhan manusia.
Besarnya pendapatan baik produsen maupun konsumen tergantung
pada :
1.Kuantitas faktor produksi yang digunakan oleh perusahaan
2.Jumlah barang dan jasa yang berhasil diciptakan dengan
adanya proses produksi.
3.Tingkat harga penggunaan yang berlaku, karena faktor
produksi juga mempunyai harga yang akan menjadi biaya produksi bagi perusahaan
Permintaan akan barang timbul karena individu pada sektor
rumah tangga :
a.Memerlukan barang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya
b.Memiliki daya beli ( pendapatan berupa uang ) yang diperoleh
dari penjualan atas faktor – faktor produksi yang dimilikinya ke sektor rumah
tangga perusahaan.
2. Gerakan Konsumen
Gerakan konsumen merupakan hal sangat penting dalam upaya
riil mewujudkan perlindungan konsumen dan keadilan dalam pasar. Pada prinsipnya
sebuah gerakan konsumen diawali dari kesadaran akan hak dan kewajiban konsumen.
Pelanggaran dan tidak terpenuhinya hak konsumen menjadi sumber utama bagi
terjadinya permasalahan/sengketa konsumen. Ketidakadilan bagi konsumen muncul
dalam sengketa konsumen. Kesadaran akan kondisi ketidakadilan tersebut menjadi
salah satu penggerak bagi sebuah gerakan konsumen guna mewujudkan keadilan
pasar. Gerakan konsumen sendiri akan terwujud jika terbangun solidaritas
diantara konsumen. Untuk menuju sebuah kesadaran kritis dan tumbuhnya rasa
solidaritas tersebut memerlukan proses pendidikan yang terus menerus.
Untuk memperkenalkan gerakan konsumen tersebut, peserta
diharapkan mampu memahami makna dan tujuan dari gerakan konsumen. Beberapa cara
untuk mengetahui dan memahami gerakan konsumen antara lain dengan memahami
istilah-istilah yang seringkali rancu dan salah kaprah dalam penggunaannya
(konsumerisme dengan konsumtivisme) dan mengetahui sejarah gerakan konsumen di
berbagai belahan dunia. Bahwa perlu dipahami juga bagaimana gerakan konsumen
telah pula dilakukan di negara lain mulai beberapa ratus tahun yang lalu.
Peserta diajak untuk semakin memiliki solidaritas dengan memahami pentingnya
sebuah pengorganisasian masyarakat.