Monday, December 26, 2011

Strategi Penetapan Harga

Menurut Stanton, (1984) harga adalah Price is value expressed in terms of dollars and cens, or any other monetary medium of exchange. yang kurang lebih memiliki arti harga adalah nilai yang dinyatakan dalam dolar dan sen atau medium moneter lainnya sebagai alat tukar.



Menurut Basu Swastha (1986: 147) Harga diartikan sebagai Jumlah uang (kemungkinan ditambah barang) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya.


Menurut menurut Alex S Nitisemito (1991:55) Harga diartikan sebagai nilai suatu barang atau jasa yang diukur dengan sejumlah uang dimana berdasarkan nilai tersebut seseorang atau perusahaan bersedia melepaskan barang atau jasa yang dimiliki kepada pihak lain.

Proses Penetapan harga
Langkah-langkah yang harus diambil dalam proses penetapan harga adalah sebagai berikut:
1. Menentukan tujuan penetapan harga
2. Estimasi atau perkiraan permintaan dan elastisitas harga
3. Biaya dan hubungannya dengan volume penjualan
4. Menganalisa perilaku pesaing
5. Menentukan strategi harga
6. Menyesuaikan harga akhir

Faktor yang mempengaruhi tingkat harga
Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat harga dibedakan menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.


Faktor internal, meliputi:
1. Tujuan pemasaran (biaya, penguasaan pasar, dan usaha)
2. Strategi marketing-mix (aspek harga dan non harga)
3. Organisasi (struktur, skala, dan tipe)

Faktor eksternal, meliputi:
1. Elastisitas permintaan dan kondisi persaingan pasar
2. Harga pesaing dan reaksi pesaing terhadap perubahan harga
3. Lingkungan eksternal yang lain, lingkungan mikro (pemasok, penyalur, asosiasi, dan masyarakat) maupun lingkungan makro (pemerintah, cadangan sumber daya, keadaan sosial,

Penentuan harga dasar dan laba yang diharapkan
1. Pendekatan supply dan demand  

2. Pendekatan yang berorientasi pada biaya
3. Pendekatan pasar

Referensi:
Catatan kuliah

Daur Hidup Produk

Daur hidup produk dapat memberikan indikasi tentang perkembangan suatu produk yang dapat diterima oleh konsumen. Ukuran yang menunjukkan perkembangan tersebut adalah tingkat penjualan produk, di samping juga tingkat keuntungan. Daur hidup produk yang dapat dilalui oleh suatu produk secara normal meliputi empat tahap, yaitu tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan, dan tahap penurunan.

Atas dasar kondisi pada masing-masing tahap tersebut perusahaan dapat menyusun strategi pemasaran yang sesuai. Perbedaan setiap tahap dalam daur hidup produk itu memerlukan strategi pemasaran yang berbeda pula. Strategi pemasaran yang dikembangkan didasarkan pada variabel bauran pemasaran dengan penekanan khusus pada salah satu variabel tertentu. Pada tahap perkenalan lebih diutamakan promosi, pada tahap pertumbuhan lebih diutamakan distribusi, pada tahap kedewasaan lebih diutamakan harga, dan pada tahap penurunan lebih diutamakan pengurangan biaya.

Menurut Basu Swastha (1984:127-132), daur hidup produk itu di bagi menjadi empat tahap, yaitu :
1. Tahap perkenalan
Pada tahap ini, barang mulai dipasarkan dalam jumlah yang besar walaupun volume penjualannya belum tinggi. Barang yang di jual umumnya barang baru (betul-betul baru) Karena masih berada pada tahap permulaan, biasanya ongkos yang dikeluarkan tinggi terutama biaya periklanan. Promosi yang dilakukan memang harus agfesif dan menitikberatkan pada merek penjual. Di samping itu distribusi barang tersebut masih terbatas dan laba yang diperoleh masih rendah.

2. Tahap pertumbuhan
Dalam tahap pertumbuhan ini, penjualan dan laba akan meningkat dengan cepat. Karena permintaan sudah sangat meningkat dan masyarakat sudah mengenal barang bersangkutan, maka usaha promosi yang dilakukan oleh perusahaan tidak seagresif tahap sebelumnya. Di sini pesaing sudah mulai memasuki pasar sehingga persaingan menjadi lebih ketat. Cara lain yang dapat dilakukan untuk memperluas dan meningkatkan distribusinya adalah dengan menurunkan harga jualnya.

3. Tahap kedewasaan
Pada tahap kedewasaan ini kita dapat melihat bahwa penjualan masih meningkat dan pada tahap berikutnya tetap. Dalam tahap ini, laba produsen maupun laba pengecer mulai turun. Persaingan harga menjadi sangat tajam sehingga perusahaan perlu memperkenalkan produknya dengan model yang baru. Pada tahap kedewasaan ini, usaha periklanan biasanya mulai ditingkatkan lagi untuk menghadapi persaingan.

4. Tahap kemunduran
Hampir semua jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan selalu mengalami kekunoan atau keusangan dan harus di ganti dengan barang yang baru. Dalam tahap ini, barang baru harus sudah dipasarkan untuk menggantikan barang lama yang sudah kuno. Meskipun jumlah pesaing sudah berkurang tetapi pengawasan biaya menjadi sangat penting karena permintaan sudah jauh menurun.Apabila barang yang lama tidak segera ditinggalkan tanpa mengganti dengan barang baru, maka perusahaan hanya dapat beroperasi pada pasar tertentu yang sangat terbatas' Altematif-alternatif yang dapat dilakukan oleh manajemen pada saat penjualan menurun antara lain:

a. Memperbarui barang (dalam arti fungsinya).
b. Meninjau kembali dan memperbaiki progrcm pemasaran serta program produksiny a agar lebih efisien.
c. Menghilangkan ukuran, warna, dan model yang kurang baik.
d. Menghilangkan sebagian jenis barang untuk mencapai laba optimum pada barang yang sudah ada.
e. Meninggalkan sama sekali barang tersebut.



Referensi:

Pengelolaan Produk dan Pengembangan Produk Baru

Pengertian produk bagi konsumen
Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada suatu pasar untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan . Segala sesuatu yang termasuk ke dalamnya adalah barang berwujud, jasa, events, tempat, organisasi, ide atau pun kombinasi antara hal-hal yang baru saja disebutkan.

Konsep tentang barang dan jasa dalam pemasaran
Konsep produk (barang dan jasa) adalah anggapan pemasar bahwa konsumen lebih menghendaki produk-produk yang berkualitas atau berpenampilan baik. Dengan demikian tujuan bisnis perusahaan adalah pengendalian kualitas.

Pendekatan-pendekatan untuk menggolongkan produk
Salah satu strategi untuk menentukan jadwal produksi adalah membuat penggolongan produk. Pada umumnya penggolongan produk dibagi 3, yaitu:

Penggolongan produk di atas mengacu pada tingkat pergerakan tiap produk yang dievaluasi pada kurun waktu tertentu, misalnya setiap 6 bulan sekali. Dengan evaluasi berkala itu maka kita akan tahu produk-produk apa saja yang frekuensi permintaannya tinggi dalam kurun waktu 6 bulan.
Misalnya rata-rata hasil produksi produk X dalam 6 bulan terakhir adalah 2.000 pcs, produk Y 500 pcs dan produk Z 50 pcs. Dari angka tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa produk X (fast), produk Y (medium) dan produk Z (slow).
Setelah penggolongan tersebut, maka langkah selanjutnya adalah mengurutkan ketersediaan stok ketiga produk tersebut di gudang in proses atau gudang finish good. Produk yang menjadi prioritas produksi adalah yang kuantitas stok dibawah buffer stok yang telah ditetapkan.
Namun demikian jika buffer stok produk x, y dan z sama-sama berada di bawah jumlah buffer yang ditetapkan, kita sebaiknya mendahulukan produk x karena produk tersebut termasuk fast moving.

Pengertian produk baru
produk baru merupakan barang dan jasa yang pada dasarnya berbeda dari yang telah dipasarkan sebelumnya oleh perusahaan. Pengembangan produk baru (new product development) adalah proses pencarian gagasan untuk barang dan jasa baru dan mengkonversikannya ke dalam tambahan lini produk  yang berhasil secara komersial.

Produk baru mencakup dari produk baru di dunia (new-to-the-world products) yang menciptakan pasar yang baru, pengembangan minor pada produk, maupun revisi pada produk yang ada (Kotler, 2009). Booz, Allen & Hamilton dalam Kotler (2000) mengidentifikasi bahwa terdapat enam kategori produk baru, yaitu:
(1) produk baru dengan penciptaan pasar yang baru (new to the world products),
(2) produk baru dengan pertama kali memasuki pasar yang sudah ada untuk produk semacam (new product lines),
(3) produk baru hasil modifikasi produk lama (additions to existing product lines),
(4) produk baru untuk menggantikan produk yang ada untuk meningkatkan kinerja dan nilai (improvements and revisions to existing products),
(5) produk yang ada yang ditargetkan untuk pasar baru atau segmen baru (repositionings),
(6) produk baru dengan harga lebih rendah (cost reductions).


Refensi:
http://fabyola-andarina.blogspot.com/2011/11/pengelolaan-produk-dan-pengembangan.html

Sumber gambar:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsO3RXMem3-VYRaNL8mtSFL7A8nnnwaFnDrWFzwdx37wRUkCTQGG84OT2vAwRKJ5va56FHY6fTDKkd238hRQVea31wxNT-bnlDM2cNxmmJbmZtxDdLUkVdLRKyRwUUm8EUZssvWc-kBUA/s1600/njd.jpg

Wednesday, December 21, 2011

Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah proses penngambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.

Faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusan pembelian
1. Motivasi
2. Presepsi
3. Pembentukan sikap
4. Integrasi


Faktor yang memperbaiki keputusan beli
1. Kebudayaan
2. Kelas sosial
3. Kelompok referensi kecil
4. Keluarga
5. Pengalaman
6. Kepribadian
7. Sikap dan kepercayaan
8. Konsep diri


Berbagai macam situasi pembelian
1. Perilaku responsi rutin
2. Penyelesaian masalah terbatas
3. penyelesaian masalah ekstensif


Struktur keputusan beli
1. Keputusan tentang jenis produk
2. Keputusan tentang bentuk produk
3. Keputusan Merk
4. Keputusan tentang penjualannya
5.Keputusan tentang jumlah produk


Tahap-tahap dalam proses pembelian
Sebelum dan sesudah melakukan pembelian, seorang konsumen akan melakukan sejumlah proses yang mendasari pengambilan keputusan, yaitu:
1. Pengenalan masalah. Konsumen akan membeli suatu produk sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapinya. Tanpa adanya pengenalan masalah yang muncul, konsumen tidak dapat menentukan produk yang akan dibeli.
2. Pencarian informasi. Setelah memahami masalah yang ada, konsumen akan termotivasi untuk mencari informasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada melalui pencarian informasi. Proses pencarian informasi dapat berasal dari dalam memori (internal) dan pengalaman orang lain (eksternal).
3. Mengevaluasi alternatif. Setelah konsumen mendapat berbagai macam informasi, konsumen akan mengevaluasi alternatif yang ada untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.
4. Keputusan pembelian. Setelah konsumen mengevaluasi beberapa alternatif strategis yang ada, konsumen akan membuat keputusan pembelian. Terkadang waktu yang dibutuhkan antara membuat keputusan pembelian dengan menciptakan pembelian yang aktual tidak sama dikarenakan adanya hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan.
5. Evaluasi pasca pembelian. Merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian. Seetelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen. Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan merek produk tersebut di masa depan. Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas  jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen di masa depan.


Proses keputusan beli industrial
1. Keputusan yang kompleks
2. Pembelian formal
3. Membangun hubungan jangka panjang
4. Adanya aspek intra organisasi, inter organisasi dan hubungan internasional


Pendekatan dalam pembelian industrial
1. Tingkat wewenang bagian pembelian
2. Struktur wewenang
3. Kebijakan pembelian
4. Kriteria pembelian


referensi:

Segmentasi, Penentuan Sasaran Pasar dan Pemosisian

Pride & Ferrel (1995)
Mendefinisikan segmentasi pasar sebagai suatu proses pembagian pasar keseluruhan menjadi kelompok-kelompok pasar yang terdiri dari orang-orang yang secara relatif memiliki kebutuhan produk yang serupa.

Kotler, Bowen dan Makens (2002, p.254)
Pasar terdiri dari pembeli dan pembeli berbeda-beda dalam berbagai hal yang bisa membeli dalam keinginan, sumber daya, lokasi, sikap pembeli dan kebiasaan membeli. Karena masing-masing memiliki kebutuhan dan keinginanyang unik, masing-masing pembeli merupakan pasar potensial tersendiri. Oleh sebab itu penjual idealnya mendesain program pemasarannya tersendiri bagi masing-masing pembeli. Segmentasi yang lengkap membutuhkan biaya yang tinggi dan kebanyakan pelanggan tidak dapat membeli produk yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk itu, perusahaan mencari kelas-kelas pembeli yang lebih besar dengan kebutuhan produk atau tanggapan pembeli yang berbeda-beda. Segmen pasar terdiri dari kelompok pelanggan yang memiliki seperangkati keinginan yang sama (Kotler, 2005, p.307)


Kriteria segmentasi
1. Dapat diukur (measurable)
2. Dapat diakses oleh saluran distribusi
3. Memberikan respon yang berbeda terhadap marketing mix
4. Bersifat stabil (tidak terlalu cepat berubah)
5. Memiliki ukuran yang cukup besar supaya menguntungkan


Persyaratan untukmelakukan segmentasi pasar yang efektif
1. Measurability, yaitu ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu pembeli harus dapat diukur atau dapat didekati.
2. Accessibility, yaitu suatu keadaan dimana perusahaan dapat secara efektif memusatkan (mengarahkan) usaha pemasarannya pada segmen yang telah dipilih.
3. Substantiability, yaitu segmen pasar harus cukup besar atau cukup menguntungkan untuk dapat dipertimbangkan program-program pemasarannya.


Penentuan sasaran pasar atau market targeting
Adalah proses mengevaluasi setiap daya tarik segmen kemudian memilih satu atau lebih kerakteristik untuk dilayani. Dalam proses ini perusahaan mempertimbangkan apakah akan memilih segmen massal, beberapa segmen, segmen kecil dan segmen sangat kecil. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih segmen yaitu sember daya perusahaan, variasip produk perusahaan prodoct life cycle stage, variasi pasar dan strategi pesai.

Pemosisian
Tujuan pemosisian yang bisa dipilih oleh perusahaan, yaitu memperkuat dan memperluas posisi perusahaan yang sekarang, membuat posisi baru yang belum dibuat oleh perusahaan lain, melakukan reposisi dalam persaingan dan menciptakan eksklusifitas.

referensi:

Tuesday, December 20, 2011

Perbedaan Pandangan Hidup dan Cita-Cita

Tugas 6 Ilmu Budaya Dasar
Nama: Eggy Fachry
Npm: 12211335
Kelas: 1 EA 17

Jelaskan perbedaan antara pandangan hidup dan cita-cita.

Pandangan hidup adalah pendapat, pertimbangan atau pola pikir diyakini oleh seseorang dalam hidupnya. Bisa juga disebut sebagai prinsip atau pegangan hidup yang tercipta dari hasil pemikiran manusia berdasarkan sejarah hidupnya yang telah melalui proses yang sangat panjang. Jadi, pandangan hidup tidak tercipta dalam waktu singkat dan muncul secara tiba-tiba.

Sedangkan cita-cita adalah keinginan atau harapan seseorang di masa depan, dan seseorang itu pun akan berusaha untuk mewujudkannya. Walaupun tidak semua orang dapat merealisasikan cita-citanya, tapi saya yakin setiap orang memiliki cita-cita.

Mengenal Ilmu Budaya Dasar

Tulisan 1 Ilmu Budaya Dasar
Nama: Eggy Fachry
Npm: 12211335
Kelas: 1 EA 17


Apa sih ilmu budaya dasar itu?


Ilmu budaya dasar itu adalah istilah pengganti dari basic humanitiesm yang berasal dari bahasa inggris the humanities. Ilmu budaya dasar itu berbeda dengan ilmu tentang budaya. Ilmu budaya dasar mempelajari tentang pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang kosep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.


Latar belakang ilmu budaya dasar:

  • Kenyataan bahwa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa, dan segala keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan (primodial) kesukuan dan kedaerahan.
  • Proses pembangunan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya. Akibat lebih jauh dari pembenturan nilai budaya ini akan timbul konflik dalam kehidupaan.
  • Kemajuan ilmu pengetahuan dalam teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya. Hal ini merupakan akibat sifat ambivalen teknologi, yang disamping berbagai segi positifnya juga memiliki berbagai segi negatif akibat dampak negatif teknologi, manusia kini menjadi resah dan gelisah.
Apa sih tujuan dari ilmu budaya dasar?

Tujuan antara lain:
  • Mengenal lebih dalam dirinya sendiri maupun orang lain yang sebelumnya lebih dikenal luarnya saja.
  • mengenal perilaku diri sendiri maupun orang lain.
  • Sebagai bekal penting untuk pergaulan hidup.
  • Perlu bersikap luwes dalam pergaulan setelah mendalami jiwa dan perasaan manusia serta mau tahu perilaku manusia.
  • Tanggap terhadap hasil budaya manusia secara lebih mendalam sehingga lebih peka terhadap masalah-masalah pemikiran perasaan serta perilaku manusiadan ketentuan yang diciptakannya.
  • Memiliki penglihatan yang jelas, pemikiran yang mendasar, mampu menghargai budaya yang ada di sekitarnya dan ikut mengembangkan budaya bangsa serta melestarikan budaya nenek moyang leluhur kita yang luhur nilainya.
  • Tidak jatuh kedalam sifat-sifat kedaerahan dan kekotaan.
Ruang lingkup budaya dasar:
  • Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) di dalama pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
  • Hakekat manusia yang satu atau universal akan tetapi beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.
referensi:

Perbedaan Cinta dan Kasih Sayang

Tugas 3 Ilmu Budaya Dasar
Nama: Eggy Fachry
Npm: 12211335
Kelas: 1 EA 17

Jelaskan mengenai perbedaan cinta dengan kasih sayang.

Banyak orang beranggapan bahwa kasih sayang itu ditujukan kepada teman, keluarga atau yang lainnya dan cinta itu ditujukan kepada kekasih/pacar. Anggapan ini salah besar. Bagaimana dengan kalimat "Aku cinta Indonesia"? Memangnya mau pacaran dengan orang-orang se-Indonesia? Atau kalimat "Cintailah produk dalam negeri"? Atau "Aku cinta tuhanku"? Ini yang parah, masa mau pacaran dengan tuhan?

Banyak pendapat yang berbeda-beda tentang masalah perbedaan cinta dan sayang. Ada yang bilang perbedaannya ada pada sumbernya. Cinta bersumber dari pikiran dan sayang bersumber dari naluri. Pendapat lainnya adalah cinta itu egois, sayang tidak. Cinta itu hanya untuk satu orang, "the one" in your life, sedangkan sayang bisa dibagi-bagi dan untuk siapa saja. Hmm, yaah, semua orang bebas berpendapat selama pendapat itu masuk di akal. Tapi, saya ingin mengingatkan kepada anda, bahwa cinta dan sayang tidak hanya ditujukan atau diungkapkan kepada orang/sesama manusia tapi juga kepada banyak hal.

Menurut kamus bahasa indonesia. Cinta: sayang; suka ; dll. Sayang: cinta; kasih; suka; dll.
Lihat:

Intinya, cinta dan sayang itu sama. Bahkan orang-orang yang berbahasa inggris tiap harinya, menyatakan rasa sayang dan cinta dengan kata yang sama, "love". Contohnya, "Love you mom", atau "I love this country!"  atau apalah. Dalam bahasa inggris tidak ada keraguan perbedaan mengenai kedua rasa ini.

Menurut saya pribadi, sayang adalah suatu rasa yang timbul pada suatu hal atau orang saat kita merasa peduli, bahagia, keinginan untuk merawatnya, menjaganya, merasa nyaman ketika berada di dekatnya dan rela melindunginya walau harus ditukar dengan nyawa sekalipun.

Sedangkan Cinta adalah suatu rasa yang muncul dari rasa sayang, suatu rasa yang lebih dalam dari rasa sayang.

Jadi, apa pendapat anda mengenai cinta dan kasih sayang?

Wednesday, December 7, 2011

Pandangan Lain Tentang Cinta

Tulisan 3 Ilmu Budaya Dasar
Nama: Eggy Fachry
Npm: 12211335
Kelas: 1 EA 17


Aaaah, cinta, sebuah kata yang sangat indah, sangat mengaggumkan, sangat ajaib karna dapat mempersatukan seorang pria dan wanita sampai akhir hidupnya. Sungguh indah ketika seorang pria dan wanita saling mencintai. Sungguh bahagia orang yang sedang merasakan cinta. Sungguh mengharukan saat seseorang menemukan belahan hatinya. Sungguh dahsyat karna cinta dapat merubah seorang pecundang menjadi super hero. Dan orang bilang, "Manusia diciptakan untuk hidup saling berpasangan".

Tapi.

Bagaimana dengan mereka yang belum pernah merasakan indahnya cinta dalam hidupnya?
Bagaimana dengan mereka yang belum juga menemukan belahan hatinya di saat usia sudah senja?
Atau yang lebih parah lagi, bagaimana dengan mereka yang meninggal sebelum bertemu dengan belahan hatinya?

Sedangkan di tempat lain ada seorang pria yang menikah dengan lebih dari satu wanita atau sebaliknya. Apa ini? Bagaimana dengan pendapat "Manusia diciptakan untuk hidup saling berpasangan"?

Di satu sisi, ada orang yang tidak memiliki pasangan dan tidak pernah merasakan hangatnya cinta. Di sisi lain, ada orang yang memiliki banyak pasangan.

Saya jadi meragukan pendapat itu. Saya menganggap orang-orang yang berpendapat seperti itu adalah orang-orang bodoh yang hanya melihat dunia dari pandangannya saja.

Di suatu tempat, ada seseorang yang terobsesi dengan cinta. Dia selalu ingin punya kekasih. Di saat hubungannya hancur, dia akan berusaha sekuat tenaga agar memiliki seorang kekasih lagi. Bahkan jika perlu, dia akan meminta tolong pada teman atau kerabatnya untuk dicarikan seorang kekasih. Setelah mendapatkan kekasih, dia akan mengatakan "Kau adalah cinta sejatiku" atau "You're the one in my life ever" atau apalah. Tapi saat hubungannya hancur lagi karna sebuah masalah kecil yang sangat sepele dia akan mengatakan "Dasar sampah! Jangan pernah masuk lagi kedalam kehidupanku". Lalu dia akan mencari kekasih yang lain lagi. Semudah itu kah dia mencintai seseorang?

Di sisi lain, ada orang yang tidak pernah dicintai, bahkan dia hanya menjadi bahan olok-olok atau parahnya lagi mendapat hinaan dari orang-orang di sekitarnya. Sungguh ironis. Terkadang, dunia ini memang tak adil.

Bagi mereka yang terbiasa mendapatkan cinta di setiap detiknya, patah hati adalah rasa sakit terbesar di dunia ini. Saya akan menegaskan bahwa mereka itu SALAH! Karena rasa sakit yang paling besar di dunia ini atau di manapun itu adalah...........tidak pernah dicintai. Mereka yang pernah merasakan keindahan cinta adalah orang-orang yang beruntung. Tapi sayangnya mereka tidak pernah menyadarinya.

Saya pernah mendengar bahwa di surga nanti, kita akan dipertemukan kembali dengan pasangan kita. Saya jadi bertanya-tanya, lalu bagaimana dengan mereka yang meninggal sebelum menemukan pasangannya? Apa mereka akan kesepian di surga? Apa mereka hanya bisa memandang orang lain berpasangan saja seperti di dunia dulu? Dan pertanyaan akan selalu muncul di kepala saya.

Saya membuat artikel ini semata-mata hanya ingin mengingatkan pada anda semua yang sudah menemukan belahan hati bahwa kalian adalah orang-orang yang beruntung. Cintailah pasanganmu setulus mungkin. Jika bertemu dengan masalah, selesaikanlah dengan baik-baik, jangan sampai masalah tersebut mengotori atau merusak hubungan kalian. Jika anda benar-benar mencintainya jagalah hatinya agar tidak hancur.

Dan buat kalian yang merasa tidak pernah dicintai. Tenanglah, kalian tidak sendirian di dunia ini. Saran saya adalah bagilah cintamu pada orang lain, karna dengan mencintai orang lain dengan tulus, maka orang itu juga akan mencintaimu.

Adios~

Tuesday, December 6, 2011

Perbedaan & Persamaan Ilmu Budaya Dasar dengan Ilmu Pengetahuan Sosial

Tugas 1 Ilmu Budaya Dasar
Nama: Eggy Fachry
NPM: 12211335
Kelas: 1 EA 17

Jelaskan perbedaan dan persamaan antara Ilmu Budaya Dasar dengan Ilmu Pengetahuan Sosial!

Istilah Ilmu Budaya Dasar dikembangkan pertama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah bacis humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa inggris the humanities yang berasal dari bahasa latin humnus yang artinya manusia, berbudaya dan halus.

Denagan mempelajari the humanities diharapkan manusia bisa lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggung jawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.


Sedangkan Illmu Sosial (Inggris: social science) atau Ilmu Pengetahuan Sosial (Inggris: social studies) adalah seklompok disiplin akademis yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya. Ilmu ini berbeda dengan seni dan humaniora karena menekankan penggunaan metode ilmiah dalam mempelajari manusia, termasuk metoda kuantitatif dan kualitatif. Istilah ini juga termasuk menggambarkan penelitian dengan cakupan yang luas dalam berbagai lapangan meliputi perilaku dan interaksi manusia di masa kini dan masa lalu. berbeda dengan ilmu sosial secara umum, IPS tidak memusatkan diri pada satu topik secara mendalam melainkan memberikan tinjauan yang luas terhadap masyarakat.


Jadi persamaan antara ilmu budaya dasar dengan ilmu pengetahuan sosial adalah sama-sama mempelajari manusai dengan perilakunya.


Perbedaannya adalah ilmu budaya dasar mempelajari nilai-nilai manusia sebagai manusia berbudaya. Sedangkan ilmu pengetahuan sosial mempelajari tetang bagaimana manusia bersosialisasi atau berinteraksi dengan masyarakat.

referensi: